Senin, 10 Agustus 2009

" Bukan Penerimaan Tanpa Syarat "


Bukan Penerimaan Tanpa Syarat

“…Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Q.S Al-Baqarah : 216)

Mungkin dia tidak setampan nabi Yusuf, tidak juga sekaya nabi Sulaiman. Tapi aku melihatnya dari sisi yang berbeda yaitu keimanan, kesabaran, dan keikhlasannya dalam menghadapi serta menerima ketidaksempurnaan yang aku miliki telah menjadikan dia begitu sempurna di mata ku.

Bukankah setiap kita menyadari, bahwa Alloh tidak pernah menilai orang dari penampilan luarnya, tapi Alloh menilai pada hati manusia tersebut. Sekali lagi, bahwa penampilan fisik tidak akan pernah pantas untuk dijadikan takaran dalam menilai seseorang.

Sudah terlalu banyak orang berpenampilan keren, berwajah flamboyan, dan terkesan cerdas.. sementara akhlaknya sama sekali tidak mencerminkan keimanan yang dianutnya. Jadi adalah suatu kesalahan besar, jika dalam hati kita masih saja membanding-bandingkan seseorang dari kesempurnaan fisik, atau pun materi. Sebab, semua yang kita miliki di dunia ini adalah milik Alloh, jadi tidak ada yang pantas untuk di sombongkan.

Maka ketika aku memutuskan untuk menerima kehadiran nya, itu sama sekali bukanlah penerimaan tanpa syarat. Karena insyaAlloh, dia adalah seorang Imam sejati yang dikirimkan Alloh untuk membimbing ku. Dia adalah Cinta yang dikirim Alloh dari Surga,, yang selama ini ku tunggu kehadiran nya di sepanjang sujud sujud malam ku.

-0-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar