'Ibu' adalah nama yang tidak dapat dipisahkan dalam memori setiap insan. Pertarungan nyawa dan ketabahan menahan kesakitan mengandung, melahirkan dan membesarkan anak-anak bukanlah perkara asing dalam catatan diary hidup seorang ibu.
22 Maret 2011.., seketika hati ku tergetar penuh haru menahan tangis bahagia saat melihat seorang malaikat kecil yang suci diangkat dari rahim ku melalui bedah caesar. Tangis pertama nya yang menggema telah melenyapkan semua kesakitan yang ku rasakan pada saat itu..
Selama 9 bulan sudah dia menyatu dalam rahim ku. Banyak hal yang sudah aku lalui bersamanya dari saat-saat pertama sel-sel itu terbelah. hingga bagaimana aku harus berjuang dalam melewati hari - hari berat itu, berjuang mempertahankan agar janin itu tetap aman di dalam rahim ku. Janji yang selalu terucap adalah, bahwa janin itu akan terlahir penuh berkah, menjelma menjadi malaikat kecil pembawa cinta kasih dan kedamaian.
"Arsyila Althafunisa" .... itulah nama yang kami berikan kepada nya.. yang mengandung arti, wanita lemah lembut yang membawa kebahagiaan. Tiga hari telah berlalu, suatu mukjizat.. hingga ASI yang penuh manfaat itu pun bisa kuberikan untuk nya.. Dengan penuh kasih, ku tatap malaikat kecil ku dengan tatapan penuh rindu, dan ku belai dia dengan segala kelembutan saat aku memberinya air susu ku. Untuk kesekian kali nya aku merasa betapa beruntung dan lengkap nya kehidupan ku kini...
Setiap hari aku mendengar tangisan nya yang seperti kidung merdu.. menghiasi siang dan malam. Saat malaikat kecil ku terlelap.. aku pun masih terus memandang lekat kepada nya.. Tak sedetik pun ingin ku lewatkan tanpa memandang anugerah terindah yang telah Alloh berikan kepada ku. Tak lelah aku bersenandung dan mengajaknya bicara, meski aku tahu bahwa malaikat kecil ku belum mengerti dengan apa yang aku ucapkan. Walau begitu, aku percaya bahwa bahasa kasih yang aku sampaikan akan diterima oleh malaikat kecil ku itu. Bahasa kasih yang selalu menyentuh dari lubuk hati ku yang terdalam.
"Chila'... begitu kusapa, dengan ceria dia menatap mata ku dan wajah nya seolah menyimpulkan seulas senyum sebagai ucap terima kasih tiap kali selesai ku tunaikan tugas ku untuk memberikannya "ASI"
Tak lupa selalu kuberikan ia kecupan lembut, pelukan hangat, dan usapan penuh cinta menjelang tidurnya.. begitu pun kala ia terbangun. Aku ingin menjadi seorang bidadari untuk nya.. aku ingin ia mengerti sungguh luar biasa cinta kasih ku kepadanya. Cinta yang teramat suci dan akan selalu semerbak mewangi mengiringi langkah-langkah nya hingga kelak ia dewasa.
Puji syukur ku yang terdalam kepada Alloh tak pernah lepas dari ku .. karena telah dititipkan malaikat kecil sebagai anugerah terindah dalam hidup ku..
Jakarta, 15 Juni 2011.
We Love You "Chila"
= Manda =
22 Maret 2011.., seketika hati ku tergetar penuh haru menahan tangis bahagia saat melihat seorang malaikat kecil yang suci diangkat dari rahim ku melalui bedah caesar. Tangis pertama nya yang menggema telah melenyapkan semua kesakitan yang ku rasakan pada saat itu..
Selama 9 bulan sudah dia menyatu dalam rahim ku. Banyak hal yang sudah aku lalui bersamanya dari saat-saat pertama sel-sel itu terbelah. hingga bagaimana aku harus berjuang dalam melewati hari - hari berat itu, berjuang mempertahankan agar janin itu tetap aman di dalam rahim ku. Janji yang selalu terucap adalah, bahwa janin itu akan terlahir penuh berkah, menjelma menjadi malaikat kecil pembawa cinta kasih dan kedamaian.
"Arsyila Althafunisa" .... itulah nama yang kami berikan kepada nya.. yang mengandung arti, wanita lemah lembut yang membawa kebahagiaan. Tiga hari telah berlalu, suatu mukjizat.. hingga ASI yang penuh manfaat itu pun bisa kuberikan untuk nya.. Dengan penuh kasih, ku tatap malaikat kecil ku dengan tatapan penuh rindu, dan ku belai dia dengan segala kelembutan saat aku memberinya air susu ku. Untuk kesekian kali nya aku merasa betapa beruntung dan lengkap nya kehidupan ku kini...
Setiap hari aku mendengar tangisan nya yang seperti kidung merdu.. menghiasi siang dan malam. Saat malaikat kecil ku terlelap.. aku pun masih terus memandang lekat kepada nya.. Tak sedetik pun ingin ku lewatkan tanpa memandang anugerah terindah yang telah Alloh berikan kepada ku. Tak lelah aku bersenandung dan mengajaknya bicara, meski aku tahu bahwa malaikat kecil ku belum mengerti dengan apa yang aku ucapkan. Walau begitu, aku percaya bahwa bahasa kasih yang aku sampaikan akan diterima oleh malaikat kecil ku itu. Bahasa kasih yang selalu menyentuh dari lubuk hati ku yang terdalam.
"Chila'... begitu kusapa, dengan ceria dia menatap mata ku dan wajah nya seolah menyimpulkan seulas senyum sebagai ucap terima kasih tiap kali selesai ku tunaikan tugas ku untuk memberikannya "ASI"
Tak lupa selalu kuberikan ia kecupan lembut, pelukan hangat, dan usapan penuh cinta menjelang tidurnya.. begitu pun kala ia terbangun. Aku ingin menjadi seorang bidadari untuk nya.. aku ingin ia mengerti sungguh luar biasa cinta kasih ku kepadanya. Cinta yang teramat suci dan akan selalu semerbak mewangi mengiringi langkah-langkah nya hingga kelak ia dewasa.
Puji syukur ku yang terdalam kepada Alloh tak pernah lepas dari ku .. karena telah dititipkan malaikat kecil sebagai anugerah terindah dalam hidup ku..
Jakarta, 15 Juni 2011.
We Love You "Chila"
= Manda =